LA’ALLAHU KHAIRAN –Mungkin ini yang Terbaik-

rajaKisah ini sangat masyhur di kalangan Arab, tersebar dari mulut ke mulut, dari tulisan ke tulisan, Anda bs searching kata لعله خيرا di google. pun begitu saya tdk menjamin keaslian kisah ini, bs jadi ini adalah anekdot, ato bs jadi pula kisah nyata, Allahu a’lam. Dalam hal ini saya berpendapat bolehnya mengisahkan utk diambil pelajaran, tanpa mengklaim sbagai kisah yg nyata, sbagaimana Ibnu katsier menyebutkan kisah Israeliyat yg tidak bertentangan dgn syariat tanpa mengklaim keasliannya.

Inilah kisahnya
Soerang Raja memiliki menteri yang bijak. Ia sangat dekat dengan sang Raja, seakan seseorang dengan bayangannya. Hampir sang menteri terus menyertai Raja dimanapun ia berada. Setiap sang Raja mendapati kejadian yg tak diinginkan, sang menteri menghibur dengan kata-kata ‘la’allahu khairan’, mungkin ini yg terbaik. Sejauh ini sang Raja cukup terhibur dengan kata2 itu. Hingga suatu kali satu jari sang Raja putus, dan sang menteri –spt biasa- mengucapkan ‘la’allahu khairan’. Kali ini sang Raja tak kuasa menahan marah, bagaimana bisa hilang satu jari dikatakan lebih baik? Maka sang menteri akhirnya dijebloskan ke dalam penjara. Lagi-lagi sang menteri menghadapi musibah ini dgn bergumam, “la’allahu khairan”.
Suatu kali, sang raja berburu ke hutan, dan menjauh dari para pengawalnya lantaran mengejar hewan buruan. Di hutan itulah ia ditangkap oleh ‘ubaadul al autsaan’, para penyembah berhala dan akan dijadikan sebagai TUMBAL utk dewa mereka. Ritual sudah digelar, lalu tatkala sang raja hendak disembelih, tiba-tiba mereka mengurungkannya…

Ya, mereka mmbatalkannya lantaran mereka melihat ada satu jari raja yang putus, sehingga tidak sah dijadikan utk tumbal dlm keyakinan mereka. Sang Raja dilepaskan, dan ia pulang dgn suka cita, karena Allah telah menyelamatkannya.
Ia perintahkan sang menteri dikeluarkan dari penjara dan menghadapnya. Sang raja berkata, “Ternyata apa yang Anda katakan benar (yakni kalimat ‘la’allahu khairan’), saya mendapatkan kebaikan lantaran satu jari saya hilang.” Andai jari sang raja utuh, tentu ia akan terbunuh sbagai tumbal.

Sang raja melanjutkan, “Yang aku blm tahu…kebaikan mana yg kamu dapatkan, hingga saat aku memenjarakan dirimu kamu mengatakan ‘mungkin ini yang terbaik, kebaikan apa yg kamu dapatkan?”
Sang menteri menjawab, “Coba tuan renungkan, seandainya Anda tdk memnjarakan saya, tentu saya akan menyertai tuan di hutan dan ikut tertangkap bersama tuan, dan ketika mereka mendapatkan ada cacat pada tuan, tentu mrk akan menjadikan aku sebagai gantinya.” ^_^

#Husnuzhan kita kpd Allah akan terjawab, bahwa seringkali luputnya kita dari sesuatu yg kita inginkan itu lbh baik daripada terwujudnya, dan menimpanya suatu musibah kecil kpd kita seringkali lbh baik daripada terhindarnya, Wallahu ya’lamu wa antum laa ta’lamuun, Allah Mahatahu sedangkan kalian tidak mengetahui apa-apa.

Tulisan disalin dari status Fb Ustad. Abu Umar Abdillah

, , ,

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: